Bikin Paspor Online (Hari ke-1)

Sudah lama pingin bikin paspor, apalagi sempat baca beberapa blog yang bilang, bikin paspor di kantor imigrasi Depok itu prosesnya cepet, karena belum terlalu rame alias masih sepi, dan sekarang sudah ada pelayanan pembuatan paspor secara online, sehingga prosesnya menjadi lebih cepat.

Setelah buka webnya di:  http://www.imigrasi.go.id, akhirnya saya tertarik juga untuk mendaftar secara online.

Pertama-tama, seluruh dokumen pendukung discan terlebih dahulu, seperti : KTP, KK (Kartu Keluarga), Akte Lahir, Ijazah Terakhir, Surat Nikah (tentunya bagi yang sudah menikah Open-mouthed smile ).

Dokumen-dokumen yang sudah discan, dibuat greyscale dengan ukuran besar file tidak lebih dari 300KB/dokumen. Pengalaman saya, sebaiknya proses greyscale dan proses mengecilkan ukuran file dilakukan dengan menggunakan Adobe Photoshop, karena pada saat saya melakukan proses tersebut dengan memakai program lain, seperti Photoscape, file dokumen tidak berhasil di upload.

Setelah proses pengisian formulir dan upload dokumen berhasil, saya dapat lembar Tanda Terima Pra Permohonan (untuk di printout) dan itu nanti dibawa ke kantor Imigrasi sebagai bukti bahwa saya sudah mendaftar secara online.

Bukti Daftar Online Paspor-e

Tidak lupa, seluruh dokumen asli plus 1 copy dari masing-masing lembar dokumen saya siapkan juga.

Akhirnya, setelah 3 hari sejak pendaftaran secara online, tepatnya pada hari Rabu, 15 Desember 2010, saya mendatangi kantor Imigrasi Depok di Jl.Margonda Raya No.41 (sebentar lagi mau pindah nih kantor imigrasinya ke Kota Kembang arah Citayam, Depok) kata mbaknya yang di loket depan, mungkin sekitar bulan Januari 2011 pindahannya.

Kaget! Bukan karena dengar kantor imigrasinya yang mau pindah, tapi… karena pengunjung yang datang, banyaak banget! Wah..wah… bayangan saya. kantor Imigrasi Depok yang masih belum terlalu ramai… buyar sudah! Disappointed smile

Hari pertama, saya sampai disana sekitar jam 8.30, langsung menuju loket untuk menyerahkan lembar printout Tanda Terima Pra Permohonan.

Kata Mas yang jaga “ Bu, tolong isi formulir dulu ya… “

Saya (dengan nada bingung) “Mas, saya kan sudah isi formulirnya pada saat pendaftaran online, kenapa sekarang harus isi formulir lagi? “

Kata Mas yang jaga “ Iya bu, memang harus isi formulir lagi, karena kita juga perlu hardcopynya, jadi silahkan ibu isi dulu, formulirnya ada di tempat fotocopian”

Karena kurang yakin, saya sempat bertanya kembali kepada petugas loket yang lain, dan jawabannya juga sama “harus isi formulir lagi”.

Yah… sudahlah, kalau prosedurnya memang harus begitu. Saya menuju ke tempat fotocopian, di situ sudah antri orang-orang yang mau “beli” formulir juga. (formulir isi 2 lembar + map Rp. 5000,- ) oh iya, karena saya enggak bawa materai, jadi sekalian beli materai juga di situ  (materai 6000 harganya Rp. 7000,-) total jadi Rp. 12.000,-

Setelah mengisi formulir (data yang diisi sama dengan data pada saat saya mengisi pendaftaran online), saya kembali menuju loket untuk menyerahkan formulir isian plus melampirkan copy dokumen-dokumen yang disyaratkan (dokumen asli tetap saya bawa untuk diperlihatkan kepada petugas loket).

Setelah semua kelengkapan dokumen diperiksa, kemudian saya diberikan surat tanda terima untuk kembali lagi pada hari Jum’at tgl. 17 Desember 2010 Thinking smile, guna wawancara dan proses biometrik. (???)

Dari pada penasaran, akhirnya saya bertanya  “Mba, saya kan sudah daftar secara online, bukannya setelah dokumen sudah lengkap diperiksa sudah bisa langsung proses biometrik dan wawancara? “

Kata Mbak yang di loket: “ Iya bu, kami sudah coba sistem seperti itu, tapi ternyata di sini belum sanggup karena kami harus minta proses approval dulu dan ini tidak bisa di hari yang sama (sambil si mbaknya menunjukkan formulir yang tadi saya isi sambil menunjuk di bagian pengisian oleh petugas).

Lagi-lagi saya agak dibuat bingung dan sempat kecewa juga sih…, kalau begitu pengisan formulir secara online itu fungsinya apa ya? karena tetap saja yang diproses adalah formulir yang diisi manual.

Hmmm.. ternyata disitu yang membedakan adalah, jika saya mendaftar online, maka saya tidak perlu mengambil nomor antrian untuk proses penyerahan formulir dan dokumen, karena di lembar printout sudah ada nomor pendaftaran jadi saya bisa langsung menyerahkan formulir dan dokumen ke loket. Itu Saja.Sarcastic smile

Akhirnya…. siap-siap balik lagi hari Jum’at, 17 Desember 2010 Work

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s