Bajuku Kimono

Tadinya mau dibikin celana pendek buat santai, sudah cari-cari contekan pola, tapi kok setelah lihat motif bahannya sekali lagi, jadi sayang ya..

Akhirnya teringat saya punya baju model kimono yang modelnya simple dan sepertinya gampang buat ditiru, maksud hati sih biar gak usah bikin pola segala macem. Jadilah, ambil bajunya dari lemari trus tempel diatas bahan. Hehe… saking malesnya bikin pola.

Image

Pola dari baju langsung ditempel ke atas bahan

Kemudian digunting mengikuti alur pola baju, jangan lupa dilebihkan 1-2 cm untuk jahitan.

Image

hati-hati mengguntingnya yaa… jangan sampai bajunya ikut tergunting 🙂

Saya lebihkan sekitar 1,5 cm karena nanti jahitannya dibuat stik balik, alias tanpa diobras.

Image

penampakan setelah membentuk pola

Praktis banget, bahkan pada saat itu saya sama sekali tidak membuka lipatan bahannya. jadi.. baju pola langsung ditempel pada bahan ukuran 1m yang masih terlipat, dan kebetulan potongan bahannya langsung pas dengan pola baju diatasnya.

Yang paling susah adalah pada saat membuat kerung (lubang) untuk leher. Belum tau ya? saya sebenarnya tidak ahli menjahit baju. Pernah ikut kursus, tapi tidak lulus di bagian pemasangan kerah dan lengan baju.Haha… sudah keburu menyerah saking tidak sabarannya. Makanya pas bikin baju ini, saya pilih yang tanpa kerah baju dan tanpa ada sambungan tangannya.

Setelah buat lubang leher di bahan… waduh saya bingung. untuk menjahitnya biar rapi bagaimana? masih ingat-ingat sedikit pelajaran waktu kursus dulu, yaitu gunting bahan sedikit untuk sambungan dan lapisan bagian leher (mana bahannya udh mepet banget sisanya). Jadilah sambungan lapisan bagian lehernya pakai potongan sisa bahan seadanya.

Image

nggak tau juga nih, secara tehnik menjahit yang benar, cara ini sudah dibilang benar atau belum. hihi..

Masih urusan lubang leher. Setelah dibuat sambungan dan dijahit, eng.. ing.. eng… baru sadar kalau lingkaran lehernya belum dicoba. Bener aja, pas coba dimasukan ke kepala, ups! gak muat… 😦 Terpaksa di gunting ulang supaya lubang lehernya lebih besar (saya tambah gunting sekelilingnya sekitar 1cm.

Akhirnya kali ini urusan lubang leher telah selesai dan sukses muat.

Sekarang tinggal jahit yang gampang-gampang nih… gampang menurut saya adalah, jahitnya lurus dan tidak banyak lipatan.dan sambungan.

Image

karena stik balik (tanpa obras) jadi menjahitnya dari bagian luar terlebih dulu.

Waktu menjahit balik bagian dalam, terutama dibagian ketiak. Karena dibagian itu harus ada lengkungan, maka mau tidak mau harus dibuat sodetan agar supaya pada saat dibalik dibagian ketiaknya tidak mengerut. Saya buat sodetan kemudian tepinya dijahit zigzag supaya bahannya tidak “mbrudul” dan mencegah bahan sobek dibagian ketiak.

Karena jahit zigzag dibagian sodetan ukurannya kecil banget, akhirnya terjadilah yang namanya benang macet. Mesin jahit sama sekali gak bisa digerakkan. benang menggumpal dibahan dan nyangkut di bagian dasar mesin jahit.

Image

tragedi benang kusut

Jadilah bongkar mesin… tapi Alhamdulillah bahannya nggak sobek dan masih bisa lanjut menjahitnya.

Setelah proses menjahit yang penuh perjuangan (haha.. bagi pemula ini adalah suatu perjuangan). Akhirnya… jadilah baju kimono saya 🙂

Image

Tara… cantik kan? maksudnya bajunya, ehm.. orangnya juga ding (muji diri sendiri :p)

Seneeng.. banget udah bisa bikin baju sendiri, meskipun sangat sederhana. Digantung dan terus dipandangi.

Sssttt.. suami saya percaya loh waktu dia pulang kerja dan lihat ada baju menggantung, saya bilang itu baju beli online harganya 200rb, trus dia lihat2 katanya “bagus” akhirnya nggak tega juga saya kasih tau kalau itu buatan sendiri. Wah… tambah dapet pujian saya! Makasihh… 🙂 Ujung-ujungnya suami saya bilang “Jadi gak usah beliin baju lebaran lagi dong” … Haahh…. gubrak!!

Advertisements

Kembali di 2013

Dua tahun lebih blog ini nggak diisi. Karena kesibukan yang gak jelas, lupa password, dan bermacam alasan lainnya. Hmm… jadi sungkan sendiri, serasa asing lagi, gimana… gitu. Maaf yaaaaa.

Banyak peristiwa yang terjadi selama ini, dari yang menyenangkan, menyakitkan, menyedihkan dan semua rasa yang nggak bisa tertuangkan. Yang jelas, saya banyak mendapatkan pembelajaran dan banyak hikmah yang bisa diambil dari semua itu.

Terkadang kita merasa apa yang telah kita perbuat adalah sesuatu yang benar dan memang sepatutnya, namun kehidupan dan pola pikir manusia akan terus mengalami perubahan dan penyesuaian lingkungan dimana mereka dididik dan dipengaruhi oleh berbagai lingkungan peradaban.

Maka apa yang kita anggap benar belum tentu akan diterima benar oleh mereka, juga sebaliknya.

Belajar untuk menerima dan menghargai sesama bukan berarti membenarkan sesuatu yang salah. Namun, salah di mata siapa? jika setiap orang mempunyai pendapat dan pandangan yang berbeda-beda, maka “salah” itu pun adalah relatif dan “benar” itu juga relatif bagi setiap orang.

Berbesar hati dan ikhlas adalah yang utama, meskipun terkadang jauh lebih dikuasai ego dan kesombongan sebagai manusia yang tidak sempurna.

Hehe.. gak usah terlalu serius ah! cuma sekedar coret-coret aja. Bermakna bagi yang nulis aja kok. Nyantaiii… 🙂

01-01-11

Harapan di tahun 2011: Semoga diberi kesehatan, kebahagiaan, bisa terwujud apa yang selama ini diinginkan dan dibutuhkan, menjadi orang yang lebih sabar, rajin dan tekun, sukses dunia dan akhirat, berlimpah kasih sayang, berkah dan rejeki. Amiin.

Smile

newyear1kcl

 

2011Cardframe

 Red rose

Resep Macaroni Schotel Panggang

Mau coba bikin Macaroni Schotel Panggang sendiri? Ini resep yang kemarin sudah saya praktekkan. Sumber resep saya baca dari beberapa blog, diantaranya dari:  http://ricke-ordinarykitchen.blogspot.com kemudian saya padu padankan saja sesuai selera.

P1017949logo 

BAHAN:

  • 150 gr macaroni elbows
  • 200 gr kornet
  • 50 gr  tepung terigu
  • 400 ml susu cair
  • 3 butir telur, dikocok lepas
  • 1 buah bawang bombay, dicincang halus
  • 2 siung bawang putih, dicincang halus
  • 100 gr keju cheddar, diparut (untuk campuran adonan)
  • 50 gr keju cheddar, diparut (untuk taburan di atasnya nanti)
  • 1 sosis, dipotong tipis untuk taburan di atasnya nanti (optional, sesuai selera)
  • 1 sdt pala bubuk (optional, sesuai selera)
  • 1/2 sdt merica bubuk
  • garam secukupnya (sesuai selera)
  • 1 sdt kaldu bubuk
  • margarine

P1017964logo

CARA MEMBUAT:

  1. Rebus macaroni dalam air mendidih sampai lunak, beri sedikit margarine supaya macaroni tidak lengket, lalu tiriskan.
  2. Panaskan margarine, tumis bawang putih sampai harum kemudian bawang bombai, aduk sampai layu,  masukkan tepung terigu lalu diaduk sampai menyatu rata.
  3. Masukan susu cair , aduk rata sampai terigu tidak bergumpal dan adonan sampai agak mengental.
  4. Masukan keju parut, pala bubuk, merica bubuk, garam, kaldu bubuk,  aduk sampai keju larut.
  5. Masukan kornet, macaroni, aduk rata kemudian angkat dari api.
  6. Masukan telur yang sudah dikocok, aduk rata dalam adonan, kemudian tuang kedalam wadah alumunium foil atau pinggan tahan panas yang sudah diolesi margarine terlebih dahulu.
  7. Taburi atasnya dengan irisan sosis dan keju parut.
  8. Panggang hingga matang dalam oven suhu 180 derajat celcius selama kurang lebih 45 menit (tergantung dari oven masing-masing loh…) kalau saya pakai oven tangkring , jadi dikira-kira sendiri aja deh, kalau sekira sudah matang. yaaa… diangkat, jangan di biarin aja, nanti gosong Smile with tongue out
  9. Kalau sudah matang, keluarkan dari oven lalu diamkan biar suhunya tidak terlalu panas kemudian potong-potong dan sajikan selagi hangat, tidak lupa olesan saus pedas semakin menambah nikmat dan lezaat.
  10. Selamat mencobaaaa……  Winking smile

Plate  Martini glass

Macaroni Schotel Panggang “Perdana” ku…..

Makanan yang satu ini…  hmmm lezat pisan! Biasanya kan ketemu makanan ini kalau pas ada acara keluarga, arisan, atau… memang diniatin beli. Cuma…. kadang makannya kurang puas, sedikit-sedikit alias jaim atau kalau musti beli, ya… belinya juga gak banyak (mahal sih…). Winking smile

Bagaimana kalau coba bikin sendiri?  Ini dia….! dari dulu juga pingin banget tuh bisa bikin Macaroni Schotel Panggang. Kali ini sudah bulat tekad deh.

Pagi-pagi ke supermarket cari wadah alumunium foil buat nanti pas di oven, ternyata barang yang saya cari nggak ada disitu. Ya sudah, akhirnya sekalian beli wadah permanen aja deh  (maksudnya yang bisa dipakai berulang-ulang) alias pinggan (wadah tahan panas dari bahan kaca tebal).

Saya dapat info resep dari beberapa blog, saya ambil yang sederhana dan mudah dipraktekkan.

Ini dia…. Macaroni Schotel Panggang “Perdana” yang saya buat : Pizza 

P1017964logo

Dimakan hangat-hangat, dengan olesan saus pedas. wuuiiihhh… maknyusss! Thumbs up

Hihi…. sebenarnya inilah yang memotivasi saya, kenapa saya pingin banget bisa bikin Macaroni Schotel Panggang sendiri…., biar bisa makan sepuasnyaaaaaa. Open-mouthed smile

Bikin Paspor Online (Hari ke-3)

Kamis, 23 Desember 2010 pukul 12.45 saya sampai di kantor imigrasi Depok. Ya.. hari ini adalah jadwal pengambilan buku paspor saya.  Work Khusus untuk pengambilan paspor, loket dibuka jam 13.00 s/d 15.00.

Seperti biasa, bukti tanda terima pembayaran dikumpulkan di meja depan loket (ditancapkan pada paku) nanti akan diambil oleh petugasnya dan saya tinggal menunggu panggilan penyerahan paspornya.

Sekitar jam 13.30, petugas mulai memanggil nama satu persatu, dan nama saya dipanggil sekitar jam 13.50. Setelah tanda tangan di formulir penerimaan buku paspor, kemudian petugas menyerahkan buku paspornya sambil minta saya untuk meng-copy satu lembar untuk diserahkan kembali copy-nya kepada petugas tersebut.

Hmm… padahal buku paspor sudah ditangan, kalau mau bisa saja saya langsung pulang. Smile with tongue out  Tapi… sebagai warga yang baik, saya tetap ke tempat fotocopy-an.  Setelah selesai di-copy, saya kembali lagi ke petugas imigrasi tersebut dan menyerahkan lembar copy-annya. Saya lihat, lembar copy tersebut hanya ditumpuk begitu saja di meja.

Akhirnya… selesai juga buku paspor saya  Airplane ,  setelah 3 kali bolak balik kantor imigrasi Depok. Thumbs up

paspor1      paspor2

Bikin Paspor Online (Hari ke-2)

Hari ke-2 Jum’at 17 Desember 2010. Jam 07.30 saya sampai di kantor imigrasi Depok, dan…. kaget lagi! Pengunjungnya jauuh lebih padat.

Sambil menunjukkan lembar bukti tanda terima, saya bertanya ke petugas. “Mas lembar ini saya serahkan kemana ya?”

Kata Mas petugasnya “ Ibu kumpulkan aja di meja yang ada di luar situ” sambil masnya menunjuk ke arah kerumunan, “ di atas meja situ ada paku untuk menancapkan tanda terima, nanti ibu tinggal tunggu dipanggil” ujar masnya lagi.

Saya bergegas menuju  meja yang dimaksud, di antara kerumunan orang-orang, akhirnya saya berhasil menancapkan lembar tanda terima di paku yang ada diatas meja itu…. ck ck ck ternyata saya sudah berada di urutan yang kesekian banyaknya, karena tanda terima yang tertancap disitu sudah cukup tinggi tumpukkannya. Weleh..weleh… bisa dipanggil jam berapa nih….Sad smile

Sekitar jam 08.00, tumpukkan tanda terima yang ditancapkan di paku mulai diambil oleh petugas (jam operaional mereka mulai pukul 08.00). Tak berapa lama kemudian, ada pengumuman dari petugas “ Perhatian bapak2 dan ibu2 yang akan melakukan proses photo, diharapkan menunggu di depan ruang photo biometrik” .

Brrrr… langsung deh orang berduyun-duyun masuk, nggak ketinggalan termasuk saya juga Be right back. Sudah duduk manis, sambil celingak celinguk lihat kanan kiri… kok ada yang ganjil ya? Hoalah…. mereka semua pada bawa dokumen sementara saya cuma lenggang aja.

Hehe… bukan karena dokumen ketinggalan di rumah, tapi dokumen saya ada di tas yang suami bawa termasuk HP dan semua barang bawaan saya titip di situ, dan…. suami saat itu menunggu di luar nggak ikut masuk ke ruang tunggu proses biometrik. Jadilah saya yang sudah duduk manis (padahal untuk bisa dapat tempat duduk aja musti rebutan loh… tonjok2kan, sikut sana, sikut sini!  Hahaha… lebay.com Rolling on the floor laughing ) Keluar lagi deh, buat cari suami.

Proses menunggu yang paling melelahkan….(untungnya ada suami ikut masuk juga nemenin, jadi ada temen ngobrol). Dari jam 08.00,  baru sekitar jam 11.00, saya mendapat panggilan untuk melakukan pembayaran di loket. Setelah selesai bayar Rp. 270.000,- (tarif resmi pembuatan paspor biasa, 48 halaman), kembali dilanjutkan dengan proses menunggu………………. lagi? Green with envy

Sampai sekitar jam 11.45, nama saya belum dipanggil juga, mungkin karena ini hari Jum’at, petugas sudah istirahat dan proses baru akan dilanjutkan kembali jam 13.00. Sekalian deh.. perut saya juga sudah laper, mau beli makan siang juga. Plate

Akhirnya baru sekitar jam 14.00 saya dapat giliran masuk ke ruang Biometrik, disitu saya di foto  Camera dan discan seluruh sidik jari High five, kemudian (lagi lagi) saya disuruh menunggu  “bu, harap menunggu, nanti akan dipanggil kembali untuk proses wawancara”. Duh… mana sakit kepala kambuh, lagi. Sick smile

Untungnya nggak sampai satu jam, sekitar jam 14.30 nama saya dipanggil untuk kembali masuk ruangan. Di situ saya ditanya tujuannya mau kemana dan menandatangani lembar prinout, setelah sebelumnya disuruh memeriksa terlebih dahulu apakah nama dan tanggal lahir sudah tercetak dengan benar. Saya juga ada disuruh menandatangani di lembar bagian belakang buku paspor.

Selesai juga proses hari ini….  saya tanyakan kepada petugasnya kapan paspor saya selesai. Kata petugasnya “Ibu nanti bisa ambil buku paspornya hari Kamis, 23 Desember 2010 mulai jam 13.00”. Smile